Tips Berkebun Tomat Dimusim Hujan agar Tidak Mudah Busuk

0

DuaSimpul, Tomat merupakan salah satu buah dengan daya tahan rendah. Dalam beberapa hari sejak panen tomat akan membusuk, terlebih bila kondisi musim hujan seperti saat ini. Berkebun tomat dimusim hujan memang butuh perawatan ekstra, tapi hasil panen saat musim hujan pun seringkali lebih mahal karena stok menjadi lebih langka.

Tanaman yang termasuk keluarga Solanaceae ini cocok ditanaman di dataran sedang hingga tinggi pada iklim sub tropis dan tropis. Karena bahan penyusun buahnya yang terdiri atas 90-95% air menjadikannya cepat membusuk. Hal tersebut tentunya dipengaruhi juga oleh suhu, kelembaban dan bakteri.

Tips Berkebun Tomat Dimusim Hujan

Untuk itu mari kita diskusikan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kerugian akibat pembusukan tomat yang seringkali terjadi pada musim hujan.

Pembuatan bedengan yang lebih tinggi

Semakin dalam drainase, maka semakin lancar aliran airnya, sehingga air tidak menggenang dibagian tanaman. Hal ini bisa dilakukan dengan cara meningkatkan ketinggian bedengan. Idealnya dimusim kemarau adalah 15-20cm maka dimusim hujan bisa dengan dibuat ketinggian 25-30cm.

Perlu anda ketahui, bahwa air yang menggenang akan mengakibatkan terhambatnya proses respirasi tanaman akibat tersumbatnya pembuluh xilem. Karena transportasi terganggu, maka akar bisa mengalami kebusukan lalu menular kebagian bawah batang yang menyebabkan tanaman mati. Apabila tanaman sudah berbuah, kondisi ini mengakibatkan kegagalan perkembangan buah akibat tidak terserapnya nutrisi akibat akar yang sudah membusuk.

Pelebaran jarak tanaman

Jarak tanam yang tepat ditanam dimusim hujan adalah 70×70 cm. Tapi ini juga ditentukan dari karakteristik jenis tomat yang ada. Bila tanaman tomatnya lebar, maka jarak bisa diperlebar lagi.

Pengaturan jarak tanam bertujuan untuk melancarkan sirkulasi udara karena tanaman tidak saling berhimpitan, membuat terkena sinar matahari lebih merata pada semua tanaman, dan menghindari roboh saat hujan angin.

Memilih varietas yang tepat

Ini merupakan salah satu tips budidaya tomat dimusim hujan yang sangat perlu diperhatikan. Pastikan varietas tomat yang memang dikhususkan untuk ditanam dimusim hujan. Misalnya varietas warani yang memiliki ketahanan terhadap beberapa bakteri seperti hawar daun dan fusarium.

Biasanya varietas yang dikhususkan untuk musim hujan memiliki ciri batang lebih kuat, buah lebih keras dengan daging yang lebih tebal. Hal ini tentunya untuk melindungi dari mudahnya pembusukan akibat air yang berlebih.

Pemupukan tepat sesuai takaran

Saat musim hujan, usahakan jangan terlalu banyak menggunakan pupuk N (Nitrogen) berlebihan. Perbanyak pupuk Phospat dan Kalium untuk untuk memperkuat tanaman dan membantu perkembangan bunga agar tidak mudah terjadi kerontokan.

Penambahan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk organik pun usahakan jangan terlalu banyak. Pupuk organik yang terlalu banyak menyebabkan tanaman mudah roboh akibat daun yang berlebihan.

Terlebih bila pupuk kimia, semakin banyak pupuk kimia masuk, maka semakin memudahkan proses pembusukan pada buah tomat nantinya.

Pemberian fungisida yang sesuai

Fungisida untuk tomat dimusim hujan haruslah yang efektif mengendalikan penyakit hawar daun. Karena ini adalah penyebab utama tanaman mati dengan cepat hanya dalam hitungan hari karena busuk pada daun. Pemberian yang terlembat bisa menyebabkan gagal panen sebagian hingga keseluruhan tanaman.

Beberapa merk fungisida yang seringkali digunakan untuk membasmi berbagai macam penyakit seperti bercak daun, hawar daun, busuk buah, bercak buah adalah Brantacol 70WP, Mandat 80WP, Botanil 75 WP, Bleacher 250EC. Obat tersebut bisa dengan mudah anda dapatkan di toko pertanian.

Itulah beberapa tips berkebun tomat dimusim hujan. Dengan berbagai tips tersebut, tentunya diharapkan bisa meminimalisir kerugian hasil panen akibat busuk buah dan berbagai penyakit yang menyerang tanaman selama musim hujan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here