Pandemi Mewabah, Permintaan Jahe, Kunyit dan Temulawak Terus Meningkat

0

Permintaan jahe, kunyit dan temulawak terus meningkat. DuaSimpul – Dimusim pandemi yang sedang mewabah seperti saat ini, kebutuhan akan tanaman herbal meningkat di atas 30%. Berbagai jenis tanaman herbal seperti jahe, kunyit dan temulawak atau yang sering disebut sebagai empon-empon dipercaya mampu membantu meningkatkan kekebalan tubuh . Sehingga orang ramai-ramai membeli tanaman herbal tersebut.

Disisi lain, permintaan jahe, kunyit serta temulawak yang meningkat tajam menyebabkan lonjakan harga yang begitu tinggi, yakni antara 200 % hingga 400 %. Apalagi dari sisi industri pengolahan obat obatan herbal juga ikut turut serta mempengaruhi lonjakan harga tersebut, bahkan menjadi penyebab yang cukup besar karena pembelian dengan jumlah yang sangat banyak.

Walaupun besar dampak negatifnya, ada juga sisi positifnya. Dengan adanya wabah ini para petani tanaman herbal pun meraup untung besar. Walau saat ini merupakan musim hujan dan belum waktunya untuk panen, tapi akibat kelangkaan stok di pasar para petani memanen lebih awal agar tidak kehilangan momen berharga dimana harga jual hasil panennya melambung tinggi yang bahkan tidak tau bisa terjadi lagi ataupun tidak.

Manfaat Tanaman Herbal untuk Kesehatan

Kunyit, jahe, dan temulawak merupakan beberapa contoh dari tanaman herbal. Disamping itu tentu masih banyak lagi jenis tanaman yang bisa sering digunakan untuk jamu. Misalnya kencur, temu putih, serai, daun sambiloto, pala, adas pulosari, lengkuas, merica, jinten hitam, kapulaga, kayu manis, ketumbar dan cengkeh.

Penggunaan rempah-rempah secara tradisional biasanya dihancurkan lalu dicampur menjadi satu dan direbus untuk digunakan sebagai jamu. Sebenarnya masing-masing jenis tanaman tersebut memiliki manfaat masing-masing. Bila dicampur menjadi satu, maka akan mendapatkan manfaat yang banyak. Berikut beberapa manfaat jamu yang terbuat dari beberapa macam tanaman herbal sekaligus.

a). Meningkatkan kekebalan tubuh

Inilah alasan utama kenapa tanaman herbal banyak dicari oleh orang orang saat ini. Jahe mengandung senyawa gingerol dan kunyit mengandung curcumin yang merupakan senyawa penambah imunitas tubuh. Dimusim pandemi seperti saat ini, virus hanya menyerang mereka yang lemah imun atau daya tahan tubuhnya, sehingga jamu ini berperan dalam menangkal serangan virus. Hal ni pun sudah teruji seara klinis oleh lembaga kesehatan. Namun karena obat herbal tidak seefektif dan secepat reaksinya seperti obat kimia, maka penggunaannya harus rutin tiap hari demi mendapatkan hasil yang efektif.

b). Mengurangi stress

Di masa pandemi seperti ini tentu banyak orang yang menderita stress, baik karena masalah kesehatan, ekonomi, ataupun akibat sosial distancing sehingga tidak bisa bertemu dengan teman maupun orang tersayang. Konsumsi jamu tiap hari secara rutin dipercaya mampu mengurangi tingkat stress. Karena jenis rempah memiliki kandungan zat yang mampu meningkatkan hormon endorfin.

c). Mengurangi nyeri dan rasa sakit

Sakit perut, nyeri tulang, nyeri otot, sakit kepala dan juga nyeri datang bulan bisa diatasi dengan menggunakan jamu. Tanaman yang paling berperan dalam penguraan nyeri adalah kunyit. Biasanya kunyit dipadukan dengan asam jawa akan memberikan efek yang lebih baik dalam memblokir rasa nyeri dan sakit pada anggota tubuh kita.

d). Menyembuhkan flu dan meriang

Panas dingin, menggigil, mual, pusing, bersin-bersin dan batuk ringan merupakan ciri-ciri seorang terkena flu. Namun perlu diwaspadai bahwa gejala tersebut bukan hanya disebabkan dari virus influenza, bisa jadi itu gejala terkena virus lain seperti halnya virus corona karena memiliki gejala yang hampir mirip. Untuk itu, selain segera memeriksakan diri ke pusat kesehatan setempat, kita dapat mencoba mengurangi gejalanya dengan minum jamu herbal. Terutama jahe yang memiliki sifat diaphoretic yang mampu memberikan kehangatan bagi tubuh.

e). Menyembuhkan peradangan dan kanker

Jahe merupakan salah satu tanaman yang mampu mengefektifkan beberapa komponen tubuh seperti sitokin, kemokin, kondrosit, dan leukosit sehingga mempercepat penyembuhan inflamasi atau peradangan. Sementara itu kombinasi jahe, kunyit dan temulawak juga mampu mencegah serta mengecilkan tumor atau kanker aktif.

f). Menjaga nafsu makan

Kondisi tidak nafsu makan biasa disebabkan karena adanya masalah pada bagian perut. Misalnya karena maag, luka lambung, peradangan pada usus, atau infeksi saluran pencernaan. Kondisi ini membuat tubuh tidak mau menerima makanan dari luar, sehingga nafsu makan hilang sama sekali. Temulawak yang memiliki kandungan minyak atisiri terbukti ampuh memberikan manfaat dalam meningkatkan nafsu makan. Sementara kunyit dan jahe mampu meringankan infeksi dan gangguan pencernaan.

Pengolahan Rempah-Rempah Sebagai Obat Herbal

permintaan jahe, kunyit dan temulawak terus meningkat

Perlu kalain tahu, bahwa rempah rempah selain sebagai bumbu masakan juga sering diolah menjadi obat herbal yang sangat banyak manfaatnya. Pengolahan sebagai obat herbal tidak hanya sebagai jamu cair yang biasa kita minum saja. Berikut beberapa diantaranya:

1. Jamu Peras / Jamu Gendong

Baik di kota maupun di desa kadang di jumpai penjual jamu gendong. Teknik pengolahan jamu yang mereka pakai ialah menggunakan rempah-rempah seperti jahe, kunyit dan temulawak yang masih fresh. Setelah itu diparut / digiling, diperas, diberi tambahan air, direbus, lalu ditambahkan tambahan perasa seperti gula, kayu manis atau pun wine. Setelah itu baru bisa diminum. Jenis jamu ini tidak tahan lama, hanya bertahan maksimal 8 – 12 jam setelah pembuatan.

2. Jamu Bubuk / Sari Herbal

Empon-empon yang direbus diberi tambahan gula / pengeras akan menghasilkan jamu bubuk. Jamu bubuk merupakan olahan rempah yang paling populer di antara lainnya. Selain karena pemanfaatannya yang praktis tinggal seduh, pembuatannya pun sangat mudah. Produknya pun mampu bertahan lama. Harga jualnya lebih mahal daripada hanya sekedar dijual dalam bentuk empon-empon kering. Karena itu industri pengolahan jamu lebih memilih membuatnya dalam bentuk jamu bubuk.

3. Empon-Empon Kering

Selain dijual dalam bentuk sari herbal, empon-empon juga biasa dijual dalam bentuk empon-empon kering. Walau dari sisi permintaan pasar biasanya lebih masuk ke industri farmasi, tapi banyak juga konsumen yang membelinya karena memiliki harga lebih murah. Empon empon kering biasanya dijual paketan yang terdiri dari beberapa jenis tanaman herbal. Penggunaannya pun mudah, tinggal rebus satu paket herbal kering dengan 2 gelas air dan biarkan menjadi 1 gelas air. Bisa dikonsumsi 1 hari sekali pada pagi hari sebelum makan.

4. Ekstrak Tanaman Herbal

Pembuatan dalam bentuk ekstrak herbal harus dilakukan dengan peralatan yang memiliki standar mutu yang telah ditetapkan. Ekstrak tanaman herbal memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi, karena yang kita konsumsi hanya benar-benar kandungan inti dari tanaman herbal tersebut sehingga dapat langsung terserap tubuh. Ciri lainnya yakni tidak mengandung ampas, residu / endapan, pati atau pun air yang berlebihan. Contoh ekstrak tanaman herbal yang sering ditemui di pasaran seperti produk tolak angin.

5. Kapsul Herbal

Pengolahan menjadi kapsul biasa dilakukan oleh industri farmasi. Kapsul herbal umumnya berisi ekstrak tanaman yang telah dikeringkan, namun ada juga yang menggunakan sari keringnya. Produk ini lebih dipilih orang karena tidak ada aroma dan rasa seperti halnya meminum jamu secara langsung dengan rasa yang pahit. Karena itulah dimusim seperti ini banyak sekali industri farmasi yang membuat kapsul herbal ini, sehingga permintaan jahe, kunyit dan temulawak terus meningkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here