Mau Budidaya Porang? Ketahui Apa Saja Kelebihan Tanaman Porang

0
kelebihan tanaman porang

Duasimpul, Kelebihan tanaman porang – Porang yang dulu merupakan tanaman umbi liar kini begitu populer setelah mengubah keadaan petani di desa Kepel, Madiun, Jawa Timur menjadi seorang miliarder. Banyak orang berbondong-bondong membudidayakan tanamannya karena ingin mengikuti jejak kesuksesannya.

Porang memiliki berbagai kelebihan yang membuat tanaman ini mudah sekali dibudiyakan. Bahkan dibeberapa daerah seperti di Nganjuk, kebanyakan tanaman ini ditanam di sela-sela tanaman jati. Dari segi perawatannya, porang juga tidak memerlukan perawatan khusus, tidak perlu penyiraman, pemupukan, penyiangan dan sebagainya. Hampir sama dengan pembudidayaan tanaman suweg.

Berbagai Kelebihan Tanaman Porang

Anda punya lahan yang nganggur dan ingin mencoba membudidayakan tanaman satu ini?. Berikut beberapa macam kelebihan tanaman porang dari segi pembudidayaan serta prospek pemasarannya:

Syarat Tumbuh Tidak Sulit

Syarat tumbuh tanaman porang meliputi beberapa hal. Diantaranya jenis tanah mulai dari agak liat hingga gembur berhumus, PH tanah netral antara 6-7, tidak membutuhkan banyak sinar matahari, dan ketinggian tempat antara 0-700 mdpl.

Adaptasi pertumbuhan di berbagai tempat sangat bagus. Tidak hanya bisa ditanam di iklim tropis saja, melainkan juga di iklim sub tropis. Karena itulah, pemerintah mengupayakan agar tidak ada bibit yang terbawa ke luar negeri agar produksi di negeri sendiri tinggi dan nilai ekspor terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pembibitan Mudah

Porang memiliki 3 cara dalam pembibitannya. Diantaranya melalui umbi, biji, dan katak atau bintil yang muncul pada sela-sela daunnya. Dari ketiganya, yang paling mudah adalah dengan melalui umbinya, karena tanpa perlakuan apapun akan sangat mudah muncul tunas yang nanti akan jadi tanaman.

Untuk penamanan dengan umbi caranya adalah dengan mengambil umbi kecil pada saat panen. Setelah itu ditempatkan di persemaian yang teduh dan lembab. Setelah beberapa bulan (umumnya antara 3 sampai 8 bulan, tergantung dari saat pengambilan umbi), muncul tunas yang menandakan umbi sudah dapat ditanam di lahan.

Apabila kesulitan mendapatkan umbinya, anda dapat melakukan pembibitan dari bintilnya, karena kalau dari biji persentase perkecambahannya sangatlah kecil. Bintil bisa didapatkan dari sela-sela daun porang pada saat hampir musim kemarau. Pada keadaan ini, tanaman sudah menguning dan akan mati. Ambil bintil yang sempurna, lalu simpan dahulu ditempat kering. Saat musim hujan bisa langsung ditanam pada lahan yang sudah diolah.

Tidak Membutuhkan Sumber Daya yang Besar

Mulai dari pembibitan, hingga pemanenan, tanaman ini tidak membutuhkan sumber daya yang besar. Jika dihitung dari pembibitan, untuk satu bibit porang siap tanam dijual seharga 500 rupiah. Satu hektar umumnya ditanam sebanyak 10 ribu bibit, yang artinya hanya butuh 5 juta untuk pembibitan satu hektar. Bila bibit menyemai sendiri dari hasil panen sebelumnya, tentu biayanya dapat ditekan lagi.

Pengeluaran terbesar adalah saat penyiapan lahan, penanaman, serta pemanenan. Selain butuh banyak tenaga kerja, juga butuh waktu yang tidak sebentar. Terutama bila ditanam di hutan jati, mahoni, atau sonokeling, penyiapan lahan seperti pembersihan rumput liar dan pembuatan lubang tanam akan memakan waktu lama.

Walau begitu, hitungannya tidak sebesar bercocok tanam jenis tanaman lain, seperti padi, jagung, atau singkong. Dari segi perawatan, porang bisa dikatakan tidak manja. Asal sudah tertancap ditanah, petani tinggal menunggu panen. Tidak butuh pemupukan rutin, pengairan, dan juga penyiangan, tanaman ini tetap dapat tumbuh dengan baik. Pada musim kemarau tanaman akan mati, lalu musim hujan akan tumbuh tanaman baru.

Tahan Terhadap Hama & Penyakit

Hama yang kerap kali menyerang tanaman porang adalah nematoda, ulat tanah, belalang, serta ulat umbi. Bila ditanam di hutan yang jauh dari jangkauan rumah, biasanya gajah dan babi hutan juga menjadi hama karena dapat menghancurkan tanamannya, walau tidak dimakan. Beberapa hama yang berasal dari tanah bisa dikendalikan mulai dari awal pengolahan lahan.

Caranya ialah setelah tanah diolah, didiamkan dulu sekitar satu sampai 2 minggu untuk menghilangkannya. Bila jumlahnya terlalu parah, dapat juga dilakukan penaburan bubuk nematisida dilahan yang telah diolah. Nematisida yang biasa digunakan ialah Furadan 3GR.

Untuk penyakitnya, yang umum menyerang adalah busuk batang, layu daun (oleh jamur Ryzontonia sp), boleng umbi (oleh bakteri Cylas formicarius) dan bercak daun. Pengendalian penyakit ini bisa dilakukan menggunakan Ridomil dan Benlate.

Harga Relatif tinggi

kelebihan tanaman porang

Untuk pasar ekspor, semua jenis umbi yang dipasarkan sudah berupa umbi kering berbentuk irisan tipis-tipis yang diolah langsung dari para petani. Nantinya umbi kering ini langsung masuk industri untuk dibuat tepung konjac yang merupakan sumber berbagai bahan makanan.

Harga jual tingkat akhir umbi kering ini berkisar antara 14 ribu hingga 20 ribu. Harga berbeda-beda tergantung pihak pengekspor dan juga industri yang menerimanya. Dari segi fluktuasi harga, porang cukup stabil. Hal ini karena stoknya yang masih sangat langka, sementara kebutuhannya terus meningkat.

Sementara umbi basah dihargai antara 2000 sampai 2500 per kilo. Cukup beda jauh harganya disebabkan oleh penyusutan yang cukup banyak saat sudah kering.

Pasar yang luas

Di pasar lokal, pontensi pemasaran porang bisa dikatakan kurang laku. Hal ini dikarenakan belum ada industri yang secara khusus memanfaaatkan umbi porang sebagai bahan makanan ataupun diolah menjadi zat tertentu. Untuk itu, ekspor tertinggi ialah pada negara Jepang, China, Vietnam, Thailand, dan juga Australia.

Para pengepul membeli langsung dari para petani, setelah itu dijual lagi atau dititipkan ke pihak importir. Beberapa daerah yang sudah menjadi sentra penghasil porang meliputi Nganjuk, Madiun, Maros dan Pasuruan. Jadi walau belum terserap di pasar lokal, tapi pasar di pasar internasional sudah banyak sekali peminat, bahkan akhir-akhir ini Eropa dan Amerika sudah sering impor dari berbagai daerah di atas.

Itulah beberapa kelebihan tanaman porang. Apakah anda tertarik untuk mencoba membudidayakannya?.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here