7 Jenis Sayuran yang Cocok untuk Hidroponik

0

Jenis Sayuran yang Cocok untuk Hidroponik, DuaSimpul – Hidroponik adalah sistem tanam yang media utamanya berupa air. Dalam praktiknya, hidroponik banyak dipakai untuk tanaman jenis sayuran. Namun beberapa tanaman lain seperti tanaman buah dan tanaman herbal tertentu juga ada yang ditanam dengan sistem hidroponik.

Sayuran merupakan bahan makanan yang kita santap sehari-hari. Untuk itu bila kalian punya pekarangan nganggur, tentu akan lebih baik bila dikelola dan dimanfaatkan sebagai lahan sayuran bukan?. Pekarangan yang sempit tidak jadi masalah, sistem tanam hidroponik menjadi solusinya. Nantinya saat sudah bisa panen rutin sendiri, kita tidak perlu keluar uang buat belanja sayur lagi, sehingga akan menghemat pengeluaran bulanan rumah tangga kita.

Manfaat Budidaya Sayuran Secara Hidroponik

Lebih bersih dan higenis merupakan keunggulan bila menggunakan sistem pembudidayaan hidroponik. Tapi tidak hanya itu, berikut ini beberapa manfaat budidaya sayuran secara hidroponik yang lainnya:

a). Tanaman akan tumbuh lebih cepat

Unsur yang diberikan pada media air akan lebih mudah diserap oleh akar tanaman bila dibandingkan pada tanah. Penyerapan nutrisi yang lebih optimal akan membuat tanaman lebih cepat tumbuh dan berkembang. Untuk sayuran usia pendek seperti bayam, sawi, atau kangkung yang ditanam secara hidroponik dapat dipanen 5 hari lebih cepat daripada sistem tanam konvensional.

b). Tidak butuh banyak ruang

Percaya atau tidak, tempat seluas 1 x 3 m saja bisa kita fungsikan sebagai lahan hidroponik. Karena tidak mengandalkan media tanah, tanaman lebih mudah disusun secara vertikal. Sehingga lahan yang sempit bisa tetap menghasilkan sayuran yang lebih banyak.

c). Pemakaian air lebih efisien

Bagi yang tinggal di perkotaan, sistem tanam ini sangat cocok dilakukan karena tidak membutuhkan terlalu banyak air. Pemakaian air bisa ditekan hingga 70% karena air dapat terus diputar tanpa perlu terlalu sering menggantinya.

d). Lebih minim perawatan

Minim perawatan artinya minim tenaga dan minim biaya. Kita tidak perlu melakukan penyiraman, pendangiran, pembersihan gulma, hingga pemupukan satu per satu. Tenaga kerja yang dibutuhkan pun akan lebih sedikit. Untuk pengendalian hama pun lebih mudah, karena tanaman bertitik di satu lokasi, sehingga penyemprotan akan lebih cepat.

e). Sebagai media edukasi bagi anak

Budidaya hidroponik lebih unik dan menarik perhatian anak-anak. Kita dapat memberikan edukasi tentang perawatan tanaman, cara menanamnya, hingga saat masa panen tiba, dapat memanen bersama anak-anak. Budidaya hidroponik mampu menjadi media pembelajaran yang bagus bagi anak kecil.

Sayuran yang Cocok untuk Hidroponik

sayuran yang cocok untuk hidroponik

Tidak semua jenis sayuran cocok dibudidayakan dengan metode hidroponik. Berikut ini adalah 7 jenis sayuran yang paling cocok dan umum dibudidayakan menggunakan sistem ini:

1. Kangkung

Tanaman yang memiliki nama latin Ipomoea aquatica Forsk ini sangat mudah dibudidayakan dimedia air. Terutama jenis kangkung air yang memang habitatnya pada lahan basah. Tanaman ini berasal dari kawasan Asia dan saat ini sudah menyebar ke seluruh dunia.

Berdasarkan pengelompokan varietas, kangkung dibagi menjadi 4 macam:

  • Kelompok Lowland: di Indonesia sering dinamai sebagai kangkung sawah atau kangkung air. Kangkung jenis ini yang paling banyak di jual dipasaran serta paling dikenal oleh kebanyakan orang. Kangkung ini memiliki daun yang lebih lebar, dan batangnya lebih panjang.
  • Kelompok Alba: disebut juga sebagai kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Biasa dibudidayakan di lahan kering seperti tegalan atau bahkan di pot karena daya adaptasi terhadap kekeringan cukup tinggi. Ciri utama jenis ini adalah daunnya yang lebih sempit dan memanjang serta batang yang pendek dan kaku.
  • Kelompok Rubra: dinamai sebagai kangkung ungu karena memiliki ciri daun, bunga dan batang berwarna ungu kemerahan. Kelompok ini lebih adaptif pada lahan kering.
  • Kelompok Unpland: merupakan kangkung yang hidup di darat, memiliki daun lebih memanjang dan sempit. Disebut juga sebagai kangkung kering.

Bila ingin menanam kangkung dengan sistem hidroponik, kalian dapat menggunakan jenis kangkung sawah atau kangkung air. Selain lebih cocok, kangkung air lebih cepat tumbuh dan lebih minim perawatan.

2. Selada

Selada (Lactuca sativa) yang sering disebut sebagai daun sia merupakan sayuran yang populer digunakan sebagai salad. Teksturnya yang renyah dan rasa yang segar membuatnya juga cocok untuk teman berbagai lauk seperti ayam goreng, sapi panggang, bebek bakar, hingga untuk lalapan bersama sambal.

Sayuran ini memiliki beberapa jenis, diantaranya ada:

Selada daun keriting

Merupakan selada yang paling populer, biasa digunakan sebagai salad dan teman lauk. Jenis selada ini memiliki 2 jenis, yakni selada hijau dan selada merah. Selada ini paling cocok untuk ditanam secara hidroponik.

Selada Romaine

Selada ini berwarna hijau daunnya dan putih pada bagian tulang daun, kadang ada yang berwarna keunguan. Memiliki urat daun yang besar dan tekstur renyah.

Selada Endive

Selada ini kurang populer karena memiliki rasa agak pahit. Memiliki bentuk oval dan bertekstur lembut.

Selada Butterhead

Sering disebut selada butter memiliki daun bertekstur lembut dengan kelopak daun lebar yang saling menangkup. Ada 2 jenis selada butterhead, yakni Bibb dan Boston.

Selada Mizuna

Seperti namanya yang kejepangan, selada mizuna banyak digunakan di Jepang sebagai campuran salad. Karakter rasa yang kuat membuatnya tidak cocok untuk sayur langsung.

Selada Arugula

Memiliki rasa yang pedas membuatnya sering digunakan sebagai salah satu bahan pelengkap masakan Italia.

3. Sawi

Sawi menjadi top 5 sayuran paling laris di Indonesia. Memiliki cita rasa dan aroma yang gurih sehingga sawi dapat dijadikan campuran berbagai masakan seperti mie ayam dan sop daging.

Jenis sawi dibagi menjadi 3 yaitu sawi hijau / caysim, sawi putih / slobor dan sawi huma. Sawi hijau dan putih cocok ditanam pada media hidroponik.

4. Pak Choy

Pak choy disebut juga sebagai sawi sendok dan diluar negeri terkenal dengan nama bok choy. Sayuran ini juga laris dipasaran, terutama untuk jenis baby pakchoy. Rasa yang lebih lembut dibandingkan caysim, dan tidak ada rasa pahit membuatnya disukai banyak orang.

Sayur ini sangat mudah dibudidayakan pada media hidroponik. Akan tetapi sirkulasi air wajib dijaga, karena pak choy mudah sekali layu bila sedikit saja kekurangan air. Penambahan paranet pada bagian atas juga cocok untuk membatasi penyinaran berlebih.

Baca juga: Cara budidaya tanaman buah dalam pot

5. Bayam

Setiap orang pasti pernah merasakan nikmatnya sayur satu ini. Bayam (Amaranthus sp) merupakan tanaman tropis (berasal dari Amerika tropis) yang memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi.

Dari segi pemanenannya, bayam digolongkan menjadi bayam cabut dan bayam petik. Kedua jenis tersebut bisa digunakan dalam budidaya hidroponik dan paling laku dipasaran Indonesia.

6. Kailan

Di Indonesia kailan kurang populer. Sayuran satu ini lebih sering digunakan sebagai bahan utama masakan tionghoa yang ditumis dengan bawang putih dan jahe putih. Kadang dijadikan lalapan dengan cara direbus lalu disajikan bersama saus tiram. Oleh karena itu tanaman ini sering dinamai sebagai chinese brocoli.

7. Cabai

Cabai (Capsicum annuum L.) menjadi bumbu pokok yang harus ada di setiap masakan, tanpa cabai masakan akan terasa kurang nikmat. Berbagai jenis cabai seperti cabai keriting, cabai rawit hijau, cabe rawit putih, cabai merah besar semuanya cocok diaplikasikan pada media tanam hidroponik. Karena memiliki bentuk tanaman yang tinggi, tempat penanaman juga harus disesuaikan agar tanaman tidak mudah roboh.

Itulah 7 jenis sayuran yang cocok untuk hidroponik. Kalian dapat mengkombinasikan beberapa jenis sayur tersebut, sehingga panennya nanti lebih beragam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here