Cara Menanam Suweg Dilahan Terbuka

0
cara menanam suweg

DuaSimpul, Cara menanam suweg – Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) merupakan tanaman penghasil umbi batang yang masih satu gen dengan porang / iles-iles. Bahkan sebagian daerah menyebut suweg dengan nama porang. Sedangkan dalam bahasa inggris suweg disebut sebagai stinky lily.

Habitat asal suweg berasal dari pedalaman hutan di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Dulunya tanaman ini dianggap sebagai tanaman liar hutan yang tidak memiliki kegunaan. Namun semenjak berbagai negara seperti Tiongkok dan Jepang membutuhkan suweg sebagai bahan baku makanan, masyarakat mulai membudidayakannya.

Cara Menanam Suweg

Bila anda ingin mencoba membudidakan suweg, maka dapat mengikuti beberapa tips berikut ini:

Syarat Tumbuh Suweg

Berikut beberapa syarat tumbuh suweg:

  • Jenis tanah yang paling cocok adalah lempung berpasir.
  • Tumbuh optimal di dataran rendah, namun mampu beradaptasi hingga ketinggian 800 mdpl.
  • Suhu yang cocok berkisar 25 hingga 30 derajat celsius.
  • Lokasi dengan curah hujan antara 1000 – 1500 mm/tahun.
  • Tempat lembab yang tidak terlalu basah sangat cocok untuk suweg.
  • Penyinaran matahari maksimal 40%.
  • PH tanah yang b agus antara 6-7.

Secara umum, suweg memiliki tingkat adaptasi yang bagus. Ditanam dilokasi manapun tetap dapat menghasilkan umbi. Namun tentu butuh syarat tumbuh optimal agar dapat tumbuh dengan baik, terutama bila anda ingin membudidayakannya.

Menyiapkan Bibit

Ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk menghasilkan bibit, yakni:

  1. Dengan umbi: Ambil umbi yang sudah siap panen, pilihlah yang berukuran kecil dari tanaman yang bagus dan sempurna. Selanjutnya letakan ditempat lembab dan terlindungi, biarkan selama beberapa bulan hingga muncul tunasnya. Bibit yang sudah siap tanam adalah yang tunasnya sudah mencapai minimal 5 cm.
  2. Dengan biji: Cara ini bisa dikatakan cukup sulit tingkat pertumbuhannya. Suweg akan berbunga tiap 2 hingga 4 tahun, nantinya akan ada bijinya yang dalam 1 tanaman berjumlah sekitar 200 lebih. Biji ini disemai pada wadah kecil. Jaga kelembabannya dan jangan sampai tergenang air. Bila sudah tumbuh sekitar 10 sampai 15 cm, anda bisa memindahkannya ke tempat yang lebih besar.

Suweg berbeda dengan porang, jika porang memiliki bintil atau katak yang bisa menjadi alat perkembangbiakan, suweg tidak memilikinya. Maka dari itu hanya bisa didapatkan bibit dari 2 teknik di atas.

Penyiapan Lahan

Penyiapan lahan dimulai dari sanitasi pembersihan gulma secara keseluruhan. Selanjutnya pengolahan tanah menggunakan cangkul atau bajak. Walau tidak dibajak sekalipun, sebenarnya suweg tetap dapat tumbuh dengan baik, namun tetap lebih baik diolah tanahnya terlebih dahulu.

Selanjutnya dibuat guludan dan selokan pada masing-masing tepi lahan sebagai sarana irigasi. Bila tidak ingin dibuat guludan tidak masalah, tapi lahan harus rata, karena suweg tidak suka di tempat yang tergenang air. Bila memungkingkan, taburi tanah dengan kompos, obat rumput dan nematisida agar terbebas dari gulma dan hama nantinya.

Buatlah lubang tanam yang sekiranya cukup untuk dimasukan bibit suweg. Jarak tanam yang bagus adalah 1 meter x 1 meter. Namun bisa juga 1,2 meter x 1,2 meter karena tanaman ini dapat mencapai tinggi 2 meter dan lebar 1 meter lebih.

Baca juga: Melirik Pemasaran Suweg yang Cukup Luas

Penanaman Suweg

cara menanam suweg

Cara menanam suweg cukup mudah, bibit yang tadi sudah kita siapkan tadi tinggal dimasukan ke dalam lubang tanam yang sudah dibuat. Lalu tutup kembali dengan tanah pada sekeliling lubang tanam tersebut. Sedikit tekan-tekan untuk menyatukan akar bibit dengan tanah.

Waktu penanam bisa dilakukan pagi hari atau sore hari saat sinar matahari tidak terlalu terik. Segera siram bibit yang sudah ditanam untuk menjaga tanaman agar tidak kekurangan cairan. Apabila ada tenaga waktu lebih, anda bisa membuatkan ajir pada masing-masing tanam. Selain berfungsi sebagai tanda, juga berguna menopang bibit saat masa pertumbuhan.

Perawatan Tanaman

Selama masa pembudidayaan, suweg harus dilakukan beberapa perawatan rutin. Diantaranya ada:

  • Pemupukan: dilakukan bila tanaman kekurangan nutrisi dengan ditandai daun yang menguning dan kecoklatan menggulung pada ujung daun. Pupuk yang bagus adalah NPK, bisa NPK cair, maupun granule. Yang penting dosis secukupnya saja, sekitar 5 gram per tanaman. Namun bila tanaman tumbuh dengan subur, tidak perlu dilakukan pemupukan.
  • Penyiangan: Gulma akan berebut unsur hara apabila dibiarkan begitu saja. Penyiangan rutin setidaknya 6 bulan sekali sangat bagus untuk tanaman suweg.
  • Pengairan: Bila tanaman sudah tercukupi dari air hujan, sebenarnya sudah cukup dan tidak perlu diairi kembali. Saat musim kemarau saat tanaman layu mati, jangan disiram dan diberi air, karena fase ini memang siklus yang harus dijalani oleh tanaman. Bila terkena air, nanti akan tumbuh lagi sebelum waktunya.

Pemanenan Umbi Suweg

Karena suweg termasuk kategori umbi batang, maka pemanenannya dilakukan diwaktu menjelang musim kemarau saat tanaman akan layu dan sudah hampir mati. Karena bila dipanen saat sudah mati, tentu kesulitan menentukan lokasi umbinya berada.

Panen dapat dilakukan di waktu 1 tahun, 2 tahun dan 3 tahun. Semakin lama umbi akan semakin besar, tapi bila terlalu lama tektur umbi akan berair, orang Jawa bilangnya “genyeh”. Waktu terbaik adalah 3 tahun, karena dari sisi tekstur, rasa dan ukurannya pas.

Setelah diambil, segera bersihkan dari tanah yang melekat. Lalu pisahkan berdasarkan ukuran dan kualitasnya. Pembeli biasanya ada yang membutuhkan ukuran kecil sebagai keripik, ada pula yang ukuran besar sebagai bahan tepung. Kualitas umbi juga mempengaruhi harga pasaran, sehingga anda perlu menyortirnya.

Umbi yang tidak terjual saat itu juga bisa disimpan ditempat yang kering dan teduh. Namun akan lebih baik bila segera dijual, bila terlalu lama disimpan, nantinya akan muncul tunas dan kualitas umbi menurun.

Itulah beberapa tahapan yang dapat anda lakukan bila ingin menanam suweg. Setelah tahu cara menanam suweg secara keseluruhan, apakah tertarik untuk mencoba menanam dilahan yang anda miliki?.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here