Cara Menanam Sayuran Hidroponik dengan Baik dan Benar

0

Cara menanam sayuran hidroponik, DuaSimpul – Bagi para penggiat budidaya, tentu tak akan melewatkan untuk mencoba menanam sayuran secara hidroponik. Bagi yang punya pekarangan kosong, tentu akan lebih baik bila dimanfaatkan sebagai lahan budidaya hidroponik. Selain akan membuat area pekarangan tampak lebih asri dan hijau, hasil panen sayurnya pun bisa kita konsumsi sendiri, atau bahkan bisa dijual bila panen cukup banyak.

Menanam sayuran hidroponik seakan menjadi trend tersendiri saat ini, baik di masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Terlebih di area perkotaan yang mana ketersediaan lahan terbatas, dan kondisi air pun minim. Hidroponik menjadi sebuah solusi dari itu semua, karena siapapun bisa menanam tanpa harus punya tanah dan lokasinya pun tidak harus di dekat sungai ataupun irigasi.

Keuntungan Menanam Secara Hidroponik

Kalian tertarik untuk melakukan budidaya sayuran secara hidroponik?. Dibandingkan dengan sistem tanam konvensional alias sistem langsung di atas tanah, sistem hidroponik memiliki keunggulan tersendiri, diantaranya adalah:

Tidak memerlukan lahan khusus

Tidak punya sawah ataupun tegalan tidak masalah. Hanya dipekarangan rumah dengan luas 10 m2 saja kita dapat membuat areal pembudidayaan sayuran hidroponik.

Hasil panen lebih banyak

Berdasarkan data yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan, bahwa hasil panen sayuran yang ditanam secara hidroponik akan lebih banyak hasilnya.

Kebutuhan nutrisi lebih sedikit

Hal ini dikarenakan pemberian nutrisi pada media air akan lebih efektif dan langsung diserap akar tanaman, tidak meresap dulu ketanah. Namun pemberian nutrisi tetap harus maksimal agar pertumbuhan lebih steril.

Hasil panen lebih steril

Percikan air hujan yang kena tanah akan mengotori daun sayuran, selain itu bagian akar ke pangkal batang juga banyak sekali tanah yang melekat jika sayuran tidak ditanam secara hidroponik.

Kombinasi dengan budidaya ikan

Pernah lihat sistem hidroponik yang di bagian bawah dibuat kolam ikan, lalu bagian atasnya sebagai tempat tanam sayur?. Dengan sistem ini antara ikan dan tanaman akan saling mendapatkan keuntungan.

Perawatan lebih mudah

Tidak perlu penyiangan gulma, pendangiran hingga pengolahan tanah merupakan keunggulan tersendiri pada sistem tanam ini.

Kebutuhan air lebih sedikit

Kita tidak perlu mengganti air terlalu sering asalkan pompa sirkulasi air lancar. Bila menggunakan sistem statis, air harus lebih sering diganti.

Cara Menanam Sayuran Hidroponik

cara menanam sayuran hidroponik

Berikut beberapa panduan yang dapat kalian ikuti bila ingin mencoba menanam sayuran hidroponik:

1. Memilih Sistem Tanam

Ada beberapa sistem tanam hidroponik yang biasa digunakan. Diantaranya adalah:

a). Static kultur

Kultur air statis adalah budidaya hidroponik dengan air yang tidak mengalir. Air ini akan diganti tiap beberapa hari ditambah dengan nutrisi baru.

b). Continuous flow kultur

Merupakan kultur hidroponik dengan air yang mengalir. Teknik ini adalah yang paling umum, untuk tekniknya biasanya dibagi lagi menjadi NFT (Nutrient Film Technique) dan DFT (Deep Flow Technique).

c). Aeroponik

Aeroponik merupakan pengembangan hidroponik, yang mana penyediaan kebutuhan air dilakukan dengan metode semprot kabut. Jadi tanaman digantung lalu diberi kabut tiap beberapa menit dari bagian bawahnya. Tanaman yang biasa menggunakan sistem ini adalah kentang.

d). Bioponik

Bioponik merupakan gabungan dari sistem hidroponik dan sistem pertanian secara organik. Nutrisi dan unsur hara yang diberikan full organik, tidak menggunakan bahan kimia, termasuk pestisidanya juga pestisida alami.

e). Ebb and flow / flood dan drain sub irigasi

Gampangnya, sistem hidroponik ini akan mengalirkan air dalam jumlah banyak ke area penananam dalam skala besar sekali waktu. Selanjutnya akan diulang tiap beberapa jam sekali menggunakan air tadi.

f). Run to waste

Sesuai dengan namanya, sistem ini akan menggunakan air yang diambil dengan pompa dari tandon, lalu dialirkan ke tanaman secara drip atau berupa tetesan air yang langsung kena ke bagian tanaman. Pemberian air ada yang menggunakan waktu khusus / timer dan ada pula yang terus menerus. Lalu air tadi langsung dibuang dan tidak digunakan lagi.

g). Deep water kultur

Sistem tanam air dalam. Tidak semua tanaman cocok dengan sistem ini, terutama untuk jenis sayuran lunak. Umumnya teknik ini digunakan untuk tanaman hias / bunga-bungaan serta tanaman buah.

h). Bubbleponik

Bubbleponik membutuhkan 2 macam pompa, yakni pompa angin untuk membuat bubble atau gelembung, dan pompa air untuk memberi air pada tanaman. Fungsinya mirip akuarium, yakni memperbanyakan cadangan oksigen.

2. Memilih Media Tanam

Ada banyak pilihan yang bisa digunakan sebagai media tanam hidroponik. Hal ini disesuaikan juga dengan ketersediaan bahan disekitar kita. Berikut beberapa bahan yang biasa digunakan:

  • Arang (baik arang kayu maupun arang sekam)
  • Busa / spons
  • Vermiculit
  • Serbuk kayu
  • Rockwool
  • Sabut kelapa
  • Batu apung
  • Expanded clay
  • Pasir kasar
  • Kerikil / split
  • Perlit

3. Persiapan Sarana Tanam

Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan seperti pipa pvc, rockwoll, pompa air, tandon / bak air, drip, alat nft, benih sayuran, meja semai,tray semai, pisau, gunting, ec meter, ph meter, paranet, peralatan listrik, pompa sirkulasi, keranjang sayur, timbangan meja, selang dan masih banyak lainnya.

Bila tidak bisa merangkai berbagai alat dan bahannya, kalian bisa menggunakan jasa pembuatan hidroponik. Namun tidak semua daerah memiliki jasa serupa, jadi bisa juga gunakan jasa arsitektur bangunan profesional yang ada. Tinggal berikan desain rancangan nanti akan dikerjakan oleh mereka.

4. Penyediaan Bibit Sayuran

Langkah-langkah yang harus dilakukan guna mendapatkan bibit terbaik:

  1. Pilihlah benih berkualitas dan varietas terbaik
  2. Siapkan media semai, dari campuran arang sekam, pupuk kompos halus, dan tanah
  3. dengan perbandingan 1:1:1
  4. Tuangkan media pada tray semai
  5. Masukan benih ke masing-masing lubang tray
  6. Letakan di tempat yang lembab tapi terkena sinar matahari
  7. Siram teratur sampai tumbuh dan siap tanam

5. Penanaman Bibit Sayuran

Menanam di hidroponik lebih mudah dan praktis. Kita tinggal memindahkan bibit yang telah jadi ke rockwoll atau media tanam lainnya lalu diletakan di lahan yang telah dibuat tadi. Usahakan penanamannya dilakukan pada pagi atau sore hari, guna menghindari layu.

Setelah penanaman, bibit dapat langsung diberikan nutrisi dengan dosis rendah, guna mengurangi stress akibat pemindahan dan merangsang pertumbuhan akar serta pucuk daun. Selain itu dapat juga diberikan paranet di atasnya guna meminimalisir terkena sinar matahari.

Baca juga: Tips berkebun tomat di musim hujan

6. Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman meliputi pemantauan sirkulasi air secara rutin, pemupukan, perompelan daun, pengendalian hama penyakit, serta sanitasi lingkungan.

Tidak seperti budidaya konvensional, hidroponik memiliki perawatan yang jauh lebih minim. Pembiayaan untuk segi perawatan pun dapat ditekan hingga 70%.

7. Pemanenan dan Pasca Panen

Untuk sayuran umur pendek seperti sawi, selada, kangkung, dan bayam dapat dipanen antara 20 sampai 30 hari. Kecuali jika pasar minta baby, maka bisa dipanen usia 15 hari atau kurang. Panen dapat dilakukan dengan mencabut dari media tanam atau bisa juga dengan memotong pangkal batangnya.

Perlakuan pasca panen yang harus dilakukan adalah pembersihan dengan cara dicuci dengan air mengalir, ditiriskan sampai agak kering, lalu baru diikat atau dikemas. Bila dikemas, pastikan untuk melubangi plastiknya agar tidak mudah busuk karena lembab dan panas.

Bagaimana? Mudah bukan cara menanam sayuran hidroponik?. Jika punya lahan dan modal untuk membuatnya, segera dimulai dari sekarang juga, karena peluang bisnis tanaman hidroponik masih terbuka lebar untuk saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here