Cara Budidaya Pepaya Thailand dengan Baik dan Benar

0
Cara budidaya pepaya thailand,

Cara budidaya pepaya thailand, DuaSimpul – Pepaya thailand atau yang dikenal masyarakat luas dengan nama pepaya Bangkok merupakan jenis pepaya luar yang super unggul. Pada awal awal tahun 2000 an, pepaya ini sangat populer dikalangan masyarakat, karena selain buahnya besar dan rasanya yang manis, juga sangat menguntungkan bagi para petani. Sejak saat itu pula para petani berbondong-bondong menanam pepaya jenis ini dan mengganti pepaya varietas lainnya.

Sebagai salah satu buah yang paling sangat cocok di tanam pada daerah tropis, menjadikan pepaya sebagai salah satu komoditas agrobisnis yang cukup besar di Indonesia. Bahkan pemasarannya pun menembus pasar ekspor ke berbagai negara terutama di kawasan Asia. Buahnya tidak hanya di jual sebagai buah segar saja, banyak juga yang masuk industri pengolahan makanan hingga kosmetik.

Seputar Pepaya Thailand

Di Indonesia sendiri ada beberapa macam pepaya yang paling banyak dibudidayakan para petani. Diantaranya adalah varietas pepaya thailand / bangkok, solo, calina / california, arum, carisya, sukma, prima, dan pepaya carica yang sering ditanam di dataran tinggi seperti Dieng. Masing-masing varietas memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, para petani biasanya menanam berdasarkan jenis yang paling diminati oleh pasar.

Pepaya thailand sendiri bukanlah pepaya lokal, melainkan pepaya yang diintroduksi dari Bangkok / Thailand. Ciri utama pepaya ini adalah tanamannya yang besar dan tinggi, ukuran buahnya besar dan beratnya bisa mencapai 3 kilo lebih, permukaan buah tidak rata, kulitnya begitu tipis, buahnya manis dan daging buahnya cukup berair.

Baca juga: Perbedaan pepaya california dan pepaya thailand

Dari segi potensi pemasarannya, pepaya thailand cukup diminati di Indonesia. Terlebih buahnya yang mengandung cukup air menjadikannya begitu segar dimakan saat kondisi cuaca yang gerah dan panas sesuai iklim di Indonesia. Banyak juga industri yang mengolahnya menjadi sambal / saos pepaya, asinan pepaya, manisan pepaya, bahan dalam kosmetik seperti sabun, hingga diambil getahnya untuk diambil zat papain. Papain dijual dipasaran dengan berbagai kegunaan, salah satunya sebagai bahan pelunak daging.

Para petani kebanyakan menjual pepaya jenis ini ke tengkulak, lalu mereka akan menjualnya lagi ke supermarket, pasar modern, pasar tradisional, dan juga untuk kebutuhan ekspor ke luar negeri terutama negeri tetangga seperti Singapura. Harga ekspor pun jauh lebih mahal, bisa antara 1,5 hingga 3 kali lipat harganya dibandingkan pasaran lokal.

Cara Budidaya Pepaya Thailand

Membudidayakan pepaya thailand tidak terlalu sulit, perawatannya pun tidak perlu terlalu intensif. Berikut kami berikan beberapa informasi seputar cara budidaya pepaya thailand.

Syarat Tumbuh Tanaman

Sebelum menanam, pastikan memahami syarat tumbuh nya terlebih dahulu, sehingga nantinya tanaman akan tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah sesuai dengan apa yang diharapkan. Berikut ini beberapa syarat tumbuh tanaman pepaya thailand:

  • Ketinggian tempat optimal 300 – 700 mdpl
  • Suhu 24 – 28 derajat celsius
  • Kelembaban 40%
  • Berangin sedang
  • Curah hujan antara 1000 hingga 2000 mm / tahun
  • Tanah subur dan gembur berpasir
  • Drainase harus berjalan dengan baik
  • Kondisi lahan full fotosintesis / penyinarannya full
  • PH tanah antara 6-7

1. Penyemaian Bibit

Penyemaian bibit merupakan langkah awal untuk mendapatkan tanaman yang berkualitas. Karena jenis ini bukanlah varietas asli Indonesia sehingga tidak ada sertifikasinya, pastikan kalian dapat menemukan benih yang berkualitas dan terjamin kemurniannya.

Bila ingin lebih mudah, kalian dapat membeli bibit pepaya yang sudah jadi, namun bila ingin menyemai sendiri untuk menghemat pengeluaran, berikut langkah-langkahnya:

  • Hitung kebutuhan benih, kurang lebih 2000 biji / hektar, termasuk yang untuk sulam
  • Rendam benih selama 2 sampai 6 jam
  • Tiriskan pada kain basah sampai 2 minggu hingga berkecambah
  • Tanamkan pada media semai (campuran tanah halus, pupuk kandang dan arang sekam perbandingan 2:1:1)
  • Letakan di tempat yang penuh penyinaran dan pastikan penyiraman terus dilakukan
  • Bila sudah 60 hari sejak semai, bibit siap ditanam di lahan

2. Persiapan Lahan

Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menyiapkan lahan tanam. Hal ini dilakukan guna membentuk lahan yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman, sehingga tanaman akan tumbuh tanpa ada hambatan. Berikut beberapa persiapan lahan yang wajib dilakukan:

  • Sanitasi lahan: Sanitasi lahan meliputi penebangan semua jenis tanaman pengganggu, membabat semua rumput dan gulma, menyingkirkan kerikil dan bebatuan serta kayu.
  • Perataan lahan: Kondisi lahan yang tidak rata perlu dilakukan perataan guna memudahkan pembuatan drainase nantinya. Bila tanah memang miring, bisa dibuat sistem terasering.
  • Penggemburan tanah: Dilakukan dengan cara dicangkul sedalam 20 cm – 40 cm. Hal ini juga bertujuan untuk memotong akar tanaman lain yang akan mengganggu tanaman pepaya.
  • Penyesuaian kondisi tanah: Sesuaikan PH tanah, bila terlalu asam dapat ditambah kapur dolomit, bila terlalu basa bisa ditambah belerang pertanian
  • Pembuatan bedengan: Bedengan dibuat dengan ukuran 1 hingga 1,5 meter dan ketinggian 40 cm. Untuk jarak antar bedengan bisa dibuat 3 meteran.
  • Pembuatan lubang tanam: Antar lubang tanam dapat diberi jarak 2,5 x 2,5 meter dan kedalam lubang dengan panjang lebar dan tinggi 60 cm x 60 cm x 50 cm

Dengan kondisi ini, untuk lahan satu hektar dapat memuat 1000 hingga 1200 tanaman.

3. Penanaman Bibit

Setelah pengolahan tanah selesai dan bibit juga sudah siap tanam maka selanjutnya tinggal melakukan penanaman bibit. Penanaman terbaik dilakukan pada sore hari antara pukul 3 sore hingga 6 sore. Waktu ini dipilih karena tanaman akan mudah menyesuaikan kondisi suhu agar evaporasi tanaman tidak terjadi secara berlebihan.

Untuk penanaman dianjurkan untuk memasukan 2 bibit sekaligus ke dalam lubang tanam. Dengan ini petani tidak perlu melakukan penyulaman lagi kedepannya. Setelah dimasukan ke lubang tanam, tanah di urug kembali sampai rata dengan guludan / bedengan dan sedikit ditekan tekan agar tidak mudah roboh.

4. Perawatan Tanaman

Secara umum, pemeliharaan tanaman pepaya thailand di bagi menjadi 5 tahap, diantaranya adalah:

  • Pemupukan: Pemupukan dilakukan secara rutin tiap 3 bulan dengan menggunakan pupuk NPK 15:15:15 atau bisa juga menggunakan pupuk KCL. Dosis yang disarankan adalah 80-100 gram / tanaman.
  • Pengendalian hama penyakit: Penyakit yang sering menyerang pepaya thailand adalah bercak daun, busuk akar dan pangkal batang, dan antraknosa. Sementara hamanya adalah kutu putih pepaya (P. marginatus, Paracoccus marginatus Williams, Granara de Willink) dan tungau jenis Tetranychus sp. Apabila terlihat gejala awal terkena hama penyakit ini, maka harus segera di kendalikan guna mengurangi penyebaran yang meluas.
  • Penyiangan gulma: Gulma yang dibiarkan tumbuh akan berebut makanan dengan tanaman pepaya. Untuk itu penyiangan wajib dilakukan secara rutin minimal 3 bulan sekali. Penyiangan jangan dilakukan dengan herbisida, lebih baik dilakukan secara manual bersamaan dengan pembumbunan.
  • Pembumbunan: Pembubunan memiliki beberapa fungsi, seperti menggemburkan tanah, membantu mengokohkan akar tanaman, serta menghilangkan gulma. Pembumbunan dapat dilakukan saat tanaman mulai berbunga atau saat mulai muncul buah pertama. Lalu dilakukan rutin selama 3 bulan sekali.
  • Pengairan: Drainase yang berasal dari saluran irigasi tentu lebih mudah untuk mengaturnya, namun bila lahan hanya mengandalkan sistem tadah hujan, akan sulit mengatur kecukupan kebutuhan air.

Demikianlah cara budidaya pepaya thailand yang dapat dilakukan dengan beberapa langkah mudah. Pastikan step by step dilakukan dengan benar agar hasil panen nanti dapat sesuai dengan harapan kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here