Cara Mudah Budidaya Porang di Lahan Terbuka

0

DuaSimpul, Tips Budidaya porang – Porang ialah tanaman penghasil umbi yang termasuk dalam marga Amorphophallus. Beberapa orang sering terkecoh bahwa tanaman ini sama dengan tanaman suweg. Walau secara keseluruhan baik dari daun, batang, hingga umbinya tampak sama, sebenarnya berbeda.

Harga jual porang pun terbilang cukup mahal, karena kebutuhan sebagai bahan baku makanan cukup tinggi namun persediaan sangat terbatas. Selain itu umbi satu ini pun seringkali dibutuhkan sebagai bahan kosmetik.

Cara Budidaya Porang

Bagi anda yang punya lahan terbuka atau punya lahan tegalan yang tidak produktif, maka bisa di coba ditanami tanaman porang ini. Berikut kami berikan caranya:

Persiapan lahan

Jenis tanah yang sangat cocok ditanami porang adalah tanah hitam gembur dengan kandungan humus yang tercukupi. Tapi tanaman ini pun mampu beradaptasi di tanah yang agak lempung, namun tentunya hasil yang didapatkan kurang bagus.

Lahan tidak perlu dibuat guludan atau bedangan. Hanya saja perlu dibuat drainase saluran air ditengah dan tepi lahan.

Pemberian pupuk dasar berupa kompos atau bokashi sangat bagus untuk kesuburan tanaman nantinya. Bila tidak ada anda bisa menggunakan pupuk organik granul.

Penanaman Umbi

Umbi yang siap adalah yang sudah muncul tunasnya. Caranya bisa diambil dari umbi besar yang sudah dipotong-potong mengikuti mata tunasnya. Lalu setelah tumbuh tunas baru bisa kita tanam.

Jarak tanam yang ideal ialah 100cm x 100cm. Namun untuk beberapa kondisi bisa juga menggunakan jarak 120cm hingga 150cm.

Setelah ditanam, anda bisa menutup kembali dengan tanah tipis-tipis sekitar 2-3 cm. Setelah itu siram agar terjaga kelembabannya karena bibit mudah kering lalu mati jika terkena panas berlebih. Yang penting siram secukupnya saja.

Perawatan Tanaman Porang

Dalam budidaya porang, perawatan tanaman merupakan poin yang sangat penting. Mulai dari pemupukan rutin, pencegahan hama dan penyakit, hingga pengairan yang optimal.

Pemupukan bisa dilakukan dengan menggunakan NPK saat sudah mencapai usia 3 bulan. Selanjutnya ulangi lagi 3 bulan kemudian. Bisa juga menggunakan pupuk cair sehingga memudahkan dalam pengaplikasianya.

Tanaman yang sudah tumbuh dengan baik nantinya akan mati dimusim kemarau. Tapi jangan khawatir, saat sudah musim hujan tanaman akan tumbuh lagi dan anda bisa melakukan pemupukan berulang.

Namun yang perlu anda ingat adalah bahwa tanaman ini memiliki siklus hidup yang sangat tinggi, karena umbinya berperan sebagai cadangan makanan. Walau terkena musim kemarau yang sangat panjang sekalipun tanaman ini bisa bertunas dan tumbuh kembali di musim hujan mendatang.

Panen Porang

Inilah yang ditunggu-tunggu dari budidaya porang, yakni panen. Sebenarnya ideal porang yang dipanen itu berumur 3 sampai 4 tahun dengan bobot umbi mencapai 2 kg. Pastikan tanaman sudah jatuh mengering sebelum kita memanennya.

Namun pasar kadang membutuhkan umbi yang lebih kecil dengan ukuran 1 kg karena rasanya yang lebih lembut. Sehingga kita bisa memanennya di usia 2 tahun. Untuk umbi yang masih kecil bisa dibiarkan lebih dahulu agar bisa dipanen kembali dimusim mendatang.

Selanjutnya kita bersihkan umbi dari tanah. Usahakan jangan dengan air karena mempercepat proses pembusukan. Sisa -sisa tanah yang ada pun tidak masalah, justru menjadikan umbi lebih tahan lama.

Setelah membaca dan memahami beberapa poin diatas tentunya mudah bukan untuk budidaya porang? Asalkan anda punya tanahnya, dan punya bibitnya maka bisa langsung mencobanya sekarang juga. Karena minat pasar terhadap umbi satu ini masih sangat tinggi. Mumpung belum banyak juga yang menanamnya serta harga jual masih tinggi.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here